Hanya engkau yang pernah ku rindu
Hanya titisan airmata yang pernah ku luahkan dulu
Andainya kau tau hati dan perasaanku
Dapatkah kau merasakan kesengsaraanku
Apakah lagi yang harus aku lakukan
Tidak mampu lagi aku meluahkan
Kau ibarat permata hati
Yang menghiasi ruang yang kosong ini
Adakah aku seorang yang merasai
Debaran yang ku alami selama ini
Engkau ku nanti setiap hari
Di dalam sepi aku menanti
Seandainya satu hari aku pergi
Akankah kau tangisi pemergianku ini
Akankah renungi wajah ku ini
Akankah aku diingati
Sebak di dada
Hanya terasa dalam luka
Airmata ku yang mengalir di pipi
Bagaikan tiada henti
No comments:
Post a Comment